Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Hakodate's Fortress

HomeAllahu Akbar ... Sep 3, 2007
" Life and destiny, sometimes look disorganized, mysterious, fantastic, and sporadic, but every element of it is a orderliness's sub-system from a perfect holistical design. Accepting life means accepting a fact that nothing on the universe was create from coincidence. This is a fact of God's creation, with no objection... " (Interpretation of Harun Yahya's thought, by Andrea Hirata)
.
..
NoteGuestbook
   
nipip wrote on Feb 20, '10
Rebutan Dana Dibelakang Pembunuhan Mahmoud al-Mabhouh

Dubai minta bantuan Internasional untuk menangkap ke 11 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Mahmoud al-Mabhouh yang adalah anggauta operasi teror group Hamas.

Sampai detik ini belum ada satupun negara yang memberi jawaban untuk memberikan bantuannya atas permintaan pemerintahan Dubai ini.

Sangat kontradiksi atas permmohonan pemerintah Dubai ini, yang jelas pemerintah Dubai sendiri adalah boneka Inggris. Bertolak belakang sekali dengan kenyataan bahwa group Hamas ini bukan anggauta perserikatan bangsa-bangsa (UN). Bahkan oleh UN, group Hamas ini masuk dalam blacklist sebagai group teroris Internasional yang harus dimusnahkan.

http://www.jpost.com/Israel/Article.aspx?id=168902

Jelasnya, tidak mungkin ada negara didunia yang bersedia memberikan bantuannya untuk menangkap para pembunuh Mahmoud al-Mabhouh ini.

Pemerintah Dubai sendiripun kemungkinan besar cuma basa basi saja dalam meminta bantuan ini, karena kemungkinannya pemerintah Dubai ini telah menerima ancaman dari Hamas yang bertekad untuk menangkap para pelakunya ini. Apabila pemerintah Dubai mengabaikan ancaman Hamas, bukan tidak mungkin Hamas akan menyerang Dubai dengan mengirimkan anggauta teroris-nya ke Dubai.

Dua orang Palestina yang diduga terlibat dalam pembunuhan ini berhasil ditangkap di Jordania untuk kemudian diserahkan ke polisi Dubai untuk pemeriksaan selanjutnya. Satu dari tahanan ini adalah anggauta Pejuang group Al-Fatah. Atas kenyataan inilah Hamas menuduh bahwa Mossad berada dibelakang pembunuhan ini dengan memperalat Al-Fatah, tetapi dilain pihak, group PLO mengeluarkan pernyataan resminya bahwa kedua orang itu adalah deserter yang telah menyebrang kepihak Hamas.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mahmoud_al-Mabhouh

Tuduhan Hamas bahwa Mossad berada dibelakang para pelaku ini bisa dijamin 100% tidak benar dan tidak mungkin. Cara2 pembunuhan ini sama sekali bukan ciri2 Mossad. Mabhouh disiksa dulu sebelum dibunuh mati, terlalu buang2 waktu dan tidak pernah Mossad bertindak seperti ini. Kesebelas pelakunya sengaja memperlihatkan dirinya agar direkam oleh video hotel sehingga masing2 bisa jelas tampak wajahnya. Semua pelakunya ternyata memakai paspor palsu dari beberapa negara Eropah antara lain Inggris, Irlandia, Perancis, dan Jerman. Tidak satupun dari negara2 itu yang pernah mengeluarkan pasport dengan nama2 para pelaku itu. Kesemua cara2 ini sama sekali bukan cara2 Mossad yang selalu effisien dan tidak pernah mengeroyok seseorang yang mau dibunuhnya. Apalagi, Mabhouh itu bukan target penting bagi Israel, dia sudah berulang kali ditangkap pemerintah Israel dalam kasus2 teror sebelumnya.

Seorang perwakilan Hamas di Libanon menyatakan, bahwa kemungkinan besar pejabat2 tinggi Hamas sendiri yang memerintahkan pembunuhan sadis ini. Sebelum pembunuhan terjadi, Mabhouh melakukan kunjungan ke konsulat Iran, kemudian juga melakukan pertemuan dengan teman2nya disuatu tempat diluar hotel tempat dia dibunuh.

Mabhouh sendiri sudah ber-tahun2 lamanya keluar dari Gaza mengungsi ke Syria bersama keluarganya. Kemungkinan dia memang sedang diburu oleh agen2 Hamas karena membawa lari puluhan juta dollar dana bantuan Iran yang dipercayakan kepadanya. Dana bantuan Iran ini tidak mungkin ditransfer melalui bank, satu2nya jalan adalah dijinjing dalam tas yang disampaikannya melalui konsulat Iran dari sebuah negara netral seperti Dubai ini.

Sangat tidak mungkin agen rahasia Israel bisa mengendus uang yang dijinjing didalam tas ini, apalagi Mabhouh sendiri menggunakan paspor yang bukan namanya sendiri. Sedangkan jejak Mabhouh berhasil bocor setelah kunjungannya ke konsulat Iran di Dubai, dari sinilah kelihatannya dia diikuti oleh para pembunuhnya yang kemudian juga masuk ke hotel tempat tinggal Mabhouh ini dengan menggunakan paspor palsu dari berbagai negara2 Eropah yang kenyataannya tidak pernah digunakan untuk pemesanan tiket pesawat terbang.

Untuk tujuan apa Mabhouh disiksa dulu sebelum dibunuh??? Tidak lain tentunya penyiksaan ini bertujuan agar Mabhouh menunjukkan dimana uangnya itu disembunyikannya. Barulah Mabhouh dibunuh setelah dia dipaksa menunjukkan dimana tas itu disembunyikannya.

Dari semua surat2 yang ditemukan dikamar hotel Mabhouh tidak ada tanda2 atau bukti2 bahwa Mabhouh ini berniat kembali ke Gaza, justru sebaliknya, tiket baliknya adalah kembali ke Syria bukan ke Gaza, bahkan Mabhouh masih sempat menelepon isterinya sebelum dia dibunuh.

Dulu sewaktu masih aktif di Gaza, Mabhouh ini sudah terkenal sebagai kunci penting pengumpul dana bantuan untuk Hamas. Jadi tidak syak lagi, Mabhouh melarikan diri ke Syria, dia ganti nama, dan mencuri semua dana bantuan untuk Hamas yang berhasil didapatkannya dengan membohongi para pemberinya se-olah2 dia masih sebagai perantara penyampaian bantuan tsb.

Wajar, dengan terjadinya blokade Israel yang begitu ketatnya, maka semua infrastruktur Hamas lumpuh sama sekali sehingga menyebabkan masing2 pemimpinnya mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri dan lari menyelamatkan diri keluar dari Gaza untuk tinggal dinegara lainnya.

Jadi tidak mungkin Mabhouh menyimpan dananya dengan namanya, dia pasti mengganti pakai nama palsu untuk menyimpan uangnya dibank. Kemungkinan besar, Mabhouh sudah berhasil menyimpan uangnya disebuah bank di Dubai, namun dia tertangkap oleh para pembunuhnya, disiksa untuk memaksa memberi tahu cara2 menarik simpanannya dari Bank di Dubai sebelum dia dibunuh.

Ny. Muslim binti Muskitawati.
nipip wrote on Feb 20, '10
Diancam Balik Oleh Israel Syria Ketakutan

Gara2 mendapat bantuan senjata dari Soviet di tahun 1967 dulu, kelompok negara2 Arab mengira akan mampu menghancurkan Israel dalam serangan keroyokan yang paling pengecut !!!

Baru2 ini presiden Syria Bashar Al-Ashad meminta Israel mengembalikan dataran Golan yang direbutnya pada waktu perang 6 hari 1967. Syria mengancam akan merebutnya kembali dengan cara kekerasan senjata. Presiden Bashar Al-Ashad menyatakan perang yang akan datang akan beda dari perang 1967. Jawaban pihak Israel malah menantang, bahwa Israel siap untuk menghancurkan Syria, dan perang yang akan pecah nantinya akan menjamin Syria tidak akan bisa menjadi negara Merdeka selamanya. Israel mengancam bahwa presiden Syria turun temurun jadi presiden selama ini akan dihentikannya dan akan diangkat presiden baru dari luar keluarga Ashad. Di September 2008, Israel berhasil menghancurkan pabrik pengayaan uranium didalam wilayah Syria, pasukan Israel menerobos perbatasan dan menghancurkan keseluruhan pabrik itu dan tidak satupun ada yang ditemukan hidup.

http://en.wikipedia.org/wiki/Bashar_al-Assad

Marilah selanjutnya kita analisa kemungkinan2 dimasa depan dengan mengingat kembali perang 1967 yang berhasil membawa negara Israel kepada pengakuan penuh oleh dunia Internasional:

Demikianlah, atas nama Allah dan Islam, maka 10 negara2 Arab: Egypt, Jordan, Syria, Iraq, Libanon, Saudi Arabia, Sudan, Tunisia, Morocco dan Algeria melakukan serangan mendadak untuk menghancur luluhkan Israel tanpa pernyataan perang. Menyerang sebuah negara tanpa pernyataan perang merupakan pelanggaran konvensi Geneva.

Gabungan kekuatan kesepuluh negara2 Arab ini mendapat supply Mig terbaru dari Soviet, dan yang paling hebat adalah radar teknology mutakhir yang jauh lebih maju dari semua senjata2 milik Israel maupun Amerika Serikat dilibatkan dalam serangan ini beserta sekondan2 Soviet yang bertindak sebagai konsultant dilapangan perang ini. Kesepuluh negara2 Arab ini memajukan lebih dari 500 ribu tentaranya, sedangkan Israel mengerahkan lebih dari 100 ribu tentaranya.

Hasil penyerangan pengecut kesembilan Arab jingjing ini hasilnya betul2 ajaib, lebih ajaib dari kekuasaan Allah maupun Muhammad. Semua kesembilan negara2 Arab bertekuk lutut menyerah tanpa syarat karena semua serangannya dipatahkan, lebih dari 400 Mig milik Syria yang terbaru berhasil dihancurkan Israel, lebih dari 10000 tank terbaru milik Mesir dihancurkan. Dan yang lebih menakjubkan adalah, pasukan Israel berhasil merebut dan menduduki post2 militer terpenting dan paling strategis di: semenanjung Sinai, jalur Gaza, Westbank, Jerusalem Timur, dataran tinggi Golan, dan dataran Sheba. Puluhan ribu tentara2 Arab mati terbunuh dan puluhan ribu lainnya tertawan. Ini adalah perang 6 hari yang paling mengerikan sejak berakhirnya perang dunia kedua.

Lepas dari semua kesuksesan Israel dalam perang 6 hari ini, pihak Soviet menuntut Israel untuk mengembalikan radar teknologi mutakhirnya yang disita oleh tentara Israel didataran tinggi Golan. Israel menolaknya, malah diteliti, difoto, dan dijiplak dengan kombinasi teknologi mutakhir dari Amerika sehingga terciptalah radar baru yang lebih hebat dari semua radar yang ada dimuka bumi sekarang ini. Radar inilah kemudian dibeli oleh Amerika untuk dikembangkannya lebih hebat lagi.

Kesepuluh negara2 Arab ini dipaksa untuk menanda tangani perjanjian pengontrolan senjata oleh Israel. Sejak itu kesepuluh negara2 Arab ini ibaratnya lumpuh, tidak mampu lagi berperang, semua senjata2nya disita.

Hingga detik ini, semua wilayah yang berhasil direbut Israel telah menjadi wilayah kesatuan negara Israel. Meskipun pada dasarnya negara2 Arab ini tidak rela kehilangan wilayahnya, namun apa daya, siapa kuat dia jadi raja begitulah hukum Islam yang berlaku. Israel menolak perundingan ataupun percakapan yang menyentuh tentang wilayah2 yang telah direbutnya itu dan apalagi, kesepuluh negara2 Arab itu telah menanda tangani surat pernyataan menyerah dan juga surat pernyataan tentang penyerahan wilayah2 yang direbutnya tersebut.

http://en.wikipedia.org/wiki/Six-Day_War

Sejak kekalahan perang 6 hari inilah, negara2 Arab langsung bungkam, hilang kecongkakannya, mereka malu propagandakan Allahnya. Pada waktu yang sama, Amerika sedang terjepit di perang Vietnam. Jendral Moshe Dayan telah menjadi bintang cemerlang dalam perang 6 hari yang spektakuler ini.

Demikianlah, sejak ancaman dari Israel terakhir ini, keluarga Ashad betul2 berada dalam suasana ketakutan, terutama bila membayangkan tahta kepresidenan akan lepas dari warisan keluarganya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.
smiledevils wrote on Jul 8, '09
Hey.. hey.. hey...
ini mah mbak Hako yaa?? hihihi.... ternyata dunia itu sempit ya? :p

thanks sudah mampir...
smiledevils wrote on Jul 8, '09
Hey.. hey.. hey...
ini mah mbak Hako yaa?? hihihi.... ternyata dunia itu sempit ya? :p

thanks sudah mampir...
rizqiarrayy wrote on Jun 4, '09
Hi All...
BUruan Yuuuuk BeLanja di http:/Rizqiarrayy.multiply.com..
ada...:

Bantal cinta..
Bedcover..
Sprei..
tempat tissu yg Luchu-luchu, dll
MUraaaah" Lowww di tunggu order nya...!!!

.
.
....